Tuesday, June 14, 2011

Menyongsong Kehadiran Koran Digital

Kebiasaan masyarakat modern belakangan ini cenderung lebih banyak untuk membaca sebuah berita melalui internet dibandingkan membaca koran. Apakah beberapa tahun lagi koran akan punah?

Koran Digital

Walaupun sekarang ini koran masih efektif di beberapa daerah yang masih belum terlalu mengenal perkembangan teknologi juga biasanya yang berlangganan masih banyak dan umumnya adalah yang memang sudah terbiasa menikmati secangkir kopi di pagi hari atau warung kopi (warkop) favorite sambil membolak-balikan lembaran koran.

Gencarnya pengaruh gaya hidup modern

Pengaruh gaya hidup atau lifesyle saat ini seperti sedang disulap entah itu melalui televisi atau tuntutan dan pergaulan sekolah, kampus atau pekerjaan yang lebih dinamis dan mobile dengan sebuah benda canggih bernama Ipad, netbook dan laptop.

Jadi sekarang pagi hari buka monitor langsung browsing, yang tadinya di warkop sekarang di cafe yang berhotspot sambil membuka kompas.com, republika.co.id, detik.com dan portal berita lainnya.

Penurunan minat terhadap koran tentu berpegaruh kepada industri ini, mulai dari percetakan sampai wartawannya. Bahkan sebagian wartawan sekarang beralih menjadi wartawan online yang dituntut serba cepat bukan cuma itu sekarang pun warga biasa sudah bukan lagi hanya menjadi pengkonsumsi tetapi juga menjadi produsennya yaitu bagian dari citizen jurnalisme ( jurnalis warga ). Koran tidak akan punah tetapi akan berevolusi.


Kompas menjawab kebutuhan trend serba cepat dengan ePaper

Ponsel canggih dan laptop keluaran terbaru, saya rasa sudah masuk pelosok di daerah terpencil walaupun belum benar-benar sepenuhnya memanfaatkannya dengan efektif yang terkadang justru biasanya hanya untuk bergaya dan eksistensi belaka bahwa dengan memiliki perangkat tersebut sudah bisa dibilang wah, tetapi itu merupakan benih-benih yang pastinya akan membuat suatu hari nanti koran akan punah dari Paper menjadi ePaper seperti yang sudah dilakukan Kompas dengan inovasi barunya, tinggal menyusul yang lainnya.

Masih perlukah kita membeli koran padahal ada yang gratisan?

Adanya kompas ePaper yang sekarang harus berlangganan, mungkin pelanggannya ada di kalangan menengah keatas, sisanya hanya bisa menikmati yang gratisan mengingat Indonesia paling suka dengan yang gratisan. Jika kedepan semua portal berita berbayar semua bagaimana? Setujukah?
Share:

4 comments:

  1. setuju..tehnologi harus terus mengiring. Untuk kemudahan, juga memberikan pengarahan bagaimana selayaknya di gunakan.
    yah..sekarang gratis itu fasilitas,,asal tetap konsisten jangan lama-lama berbayar.
    warnet hilang sekarang banyak yg punya hp apakah nanti koran akan hilang dengan tehnologi..korannya bisa hilang tapi informasinya semoga tidak.

    ReplyDelete
  2. Kalau ada yang gratis dan bisa di baca di mana saja, knapa tidak mas?
    Technology kan memang untuk lebih mempermudah manusia, asal bisa menggunakan dengan bijak.
    Wah dah lama ga maen ke sini :D

    ReplyDelete
  3. setuju, mas. iya nih baru kelihatan lagi :)

    ReplyDelete