Wednesday, July 13, 2011

Pemain Berprestasi Vs Penonton Berprestasi


Apakah Anda suka menyaksikan pertandingan sepakbola, bulutangkis, maupun bola voli? Atau sebaliknya, Anda lebih suka bermain di lapangan dan disaksikan oleh ribuan orang di tribun penonton? Kenyataannya, kebanyakan orang lebih suka menjadi penonton daripada menjadi pemain. Bila tim yang difavoritkan bisa menang, kedua pihak (penonton dan pemain) memang sama-sama senang. Tapi senang yang dirasakan penonton adalah kesenangan semu.

Ada begitu banyak orang yang lebih bergembira duduk di kursi penonton. Dan seringkali terjadi tribun penonton penuh sesak, bahkan ada yang rela tidak mendapat tempat duduk asal bisa masuk lapangan dan melihat jalannya pertandingan. Itulah pilihan bagi Anda yang suka memperbincangkan hasil pertandingan, menjadi penonton yang tidak memiliki wajah di hadapan penonton lain, atau Anda tidak cukup percaya diri dengan kemampuan diri.

Apakah turun ke lapangan sebagai pemain itu lebih baik daripada sebagai penonton? Sejujurnya, bermain di lapangan itu mengundang bahaya. Bisa saja Anda akan jatuh terluka, keseleo, lecet di kulit atau bahkan mengalami cedera parah. Meski begitu, bermain langsung di lapangan memiliki imbalan yang lebih besar daripada menjadi penonton. Imbalan terbesar adalah mengetahui bahwa "saya melakukannya sendiri dengan cara saya."

Di lapangan bisnis juga berlaku demikian. Berkat dedikasi pada bidang yang ditekuni, keterlibatan dalam pengambilan keputusan penting, disiplin dan usaha yang tangguh Anda akan berhasil meraih sukses yang akan ditiru banyak orang. Hanya di lapangan sajalah Anda dapat merasakan tegangnya persaingan menuju kemenangan, atau justru pahitnya menuju kekalahan. Apapun hasilnya, inilah pelaksanaan paling menarik nasib manusia untuk memperjuangkan masa depan dengan tangannya sendiri.

Menjalankan bisnis yang dimiliki dan dikelola sendiri jelas bukan hal yang mudah dan penuh resiko. Kemungkinannya ada dua: untung atau buntung. Bisa jadi Anda memiliki kesuksesan yang sama dengan para pekerja kantor. Kendati demikian Anda akan memiliki nilai plus dibanding mereka yang bertahan dengan menggantungkan karir kepada bisnis milik orang lain. Kesuksesan yang Anda miliki akan memberikan kebahagiaan sejati, lebih dari sekedar kesenangan saat menerima gaji tiap bulan.

Semangat Berjuang!

Penulis: Agus Siswoyo
Share:

2 comments:

  1. Saya cukup lah gaji setiap bulan selama ini :D

    ReplyDelete
  2. Saya sendiri inginnya menjadi pemain yang berprestasi.

    ReplyDelete